Happiness

September 20, 2008

Read Each One Carefully and Think About It a Second or Two :

  1. I love you not because of who you are, but because of who I am when I am with you.
  2. No man or woman is worth your tears, and the one who is, won’t make you cry.
  3. Just because someone doesn’t love you the way you want them to, doesn’t mean they don’t love you with all they have.
  4. Read the rest of this entry »


Suatu Saat Nanti

October 9, 2007

Forward dari milis keluarga.

KISAH YANG MUNGKIN NYATA

Seperti biasa saya sehabis pulang kantor tiba di rumah langsung duduk bersantai sambil melepas penat. Sepertinya saya sangat enggan untuk membersihkan diri dan langsung shalat.

Sementara anak-anak dan istri sedang berkumpul di ruang tengah. Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan adanya angin dingin sepoi-sepoi yang menghembus tepat di muka saya.

Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih dengan tongkat ditangannya tiba-tiba sudah berdiri di depanku.

Read the rest of this entry »


Kekuatan Cinta

July 14, 2006

 

Bird Family

Disebuah taman tinggalah keluarga burung Pipit. Mereka bersarang disebuah pohon yang rindang, dipucuk dekat dahan yang terjulur ketengah kolam. Ada seekor pipit kecil yang tinggal disana, sementara kedua induknya terbang bolak-balik untuk mencari makan. Kadang kedua sejoli ini membawa ranting kering untuk penghangat pipit yang baru menetas itu. Cericit nyaring kerap terdengar, tanda si kecil butuh makan dan butuh kehadiran induknya.

Dua minggu telah berlalu, pipit kecil itupun sudah mulai dewasa. Bulu-bulu ditubuhnya mulai rapat. Paruhnya pun tampak lebih runcing. Bulu yang muncul dikedua sayap semakin banyak. Itu berarti, sang pipit harus mulai belajar untuk terbang dan mengepakkan sayap-sayap kecil diudara. Kedua induk pipit itupun mulai tidak sabar untuk melatihnya terbang beriring. Maka beberapa pekan selanjutnya mulailah mereka mengajak pipit muda itu keluar dari sarang.

“Ayo, sekarang saatnya belajar terbang”, cericit Ayah pipit kepada anaknya. “Sayap-sayapmu sudah tumbuh, coba kepakkan keudara.” Namun sang ayah mendapat jawaban pendek. “Aku tak mau belajar terbang. Aku malas.” Sang Ayah yang sudah bertengger disisi dahan, kembali menuju sarang. “Kenapa?” tanyanya. “Sayapku masih kecil,” jawab si pipit, “Lagipula, aku belum mau terbang. Tempat inipun terlalu tinggi, tentu sakit sekali jika aku terjatuh.”

Mendengar jawaban itu, sang Ayah pipit mengepak-ngepakkan sayapnya. Ia terbang berkeliling. Berputar-putar disekitar sarangnya. Pipit kecil hanya memperhatikan. “Kita bangsa burung, pasti punya sayap. Tapi bukan sayap itu saja yang membuat kita terbang. Tapi kepakan sayaplah yang membuat kita bertahan diudara. Cobalah, kepakkan sayapmu. Jangan berhenti.” Cericit kecil dari induk pipit terdengar ramai. Kepakan sayapnya tak henti-henti.

“Biarkan sayapmu terlatih. Biarkan angin dan udara yang membuatnya kuat. Biarkan sinar matahari yang membuatnya gesit. Biarkan tanah dibwah yang jauh itu sebagai sebagai ujiannya.” Kepakan sayap sang Ayah membuat si kecil terpesona. Ia mulai bangkit dari sarangnya dan berjalan meniti dahan. “Biarkan saja air hujan yang jatuh mengenai kedua sayapmu. jadikan dahan-dahan itu tempatmu berkelit. Jangan pernah berhenti menggerakkan sayapmu jika ingin terbang seperti Ayah. Jangan berhenti.”

Pipit kecil mulai bergerak. Burung itu mulai mengayuh kedua sayapnya. Plap… plap… Sayap kecil mungil itu mulai terangkat perlahan. Plap… plap… plap… Badannya mulai oleng sedikit, tapi plap… plap… plap… Ia mulai terangkat kembali. Pipit kecil mulai belajar terbang. Ia juga belajar, bahwa angin, udara, sinar matahari, dan dahan-dahan itulah yang menjadi karibnya belajar.

Tree Pipit

Teman begitulah. Setiap makhluk, mempunyai keunikannya masing-masing. Allah menitipkan pada burung sepasang sayap untuk terbang. Allah juga mengamanatkan sepasang sirip kepada ikan agar mereka berenang. Allah menunjukkan kita tentang sepasang kaki yang kuat dari kuda agar hewan itu dapat berlari kencang, juga memperlihatkan kepada kita tentang kokohnya badan gajah saat mereka sedang membawa beban.

Namun apakah Allah langsung menciptakan burung yang bisa terbang, dan ikan yang terlahir luwes dalam berenang? Apakah Allah juga serta merta menganugerahi kaki-kaki yang gesit kepada kuda, dan badan yang kokoh kepada gajah, tanpa membuat hewan itu mengenal arti belajar? Allah menitipkan sayap pada burung agar mereka bisa terbang, tapi juga menyandingkan sayap itu dengan terpaan angin, dan teriknya matahari agar burung itu dapat bertahan diudara. Allah mengamanatkan sirip pada ikan untuk berenang, tapi juga memberikan derasnya arus, dan lekukan-lekukan karang, agar ikan itu dapat luwes berkelit didalam air.

Begitupun kita. Allah menitipkan kita banyak kemudahan, tubuh yang sempurna, pikiran yang cerdas, dan beragam kemuliaan yang kita miliki. Tapi Allah juga menyandingkan itu semua dengan cobaan, terpaan, tantangan, hambatan, dan beragam ujian buat kita. Itu semua, adalah bagian dari rencana Allah untuk kita, agar kita memahaminya. Layakkah kita berhenti? Pantaskah kita mudah mengeluh? yakinkan bahwa semua ujian itu adalah rahasia Allah agar kita semakin sempurna, pikiran kita makin terbuka, dan kemuliaan kita makin nampak.

Jangan pernah “berhenti mengepakkan sayapmu” teman. Biarkan cobaan itu membuatmu kuat, biarkan derasnya terpaan itu membuatmu gesit berkelit. Biarkan jiwa-jiwa pemenang memenuhi hatimu. Biarkan jiwa-jiwa sabar juga menjadi penyejuk bagimu. Selamat terbang. Selamat tak henti mengepakkan sayap-sayapmu…

Story by FKI and Kammus FKG UGM re-edited by Youfan

Sesungguhnya Allah bila mencintai seorang hamba, Ia akan mengujinya.
Pertolongan akan datang bersama kesabaran.
Orang yang mengasihi akan dicintai Allah sang Maha Pengasih.

Yakinlah bahwa tidak ada yang mustahil dalam hidup ini.

Kuasailah pikiran anda, pasti Anda akan berbahagia.

Jadikanlah kegagalan sebagai pelajaran…

Teruslah berusaha jadi lebih baik… Dan, jangan lupakan kekuatan doa…


Doa Untuk Kekasih Hati…

April 12, 2006

Thanks to Allah

Allah Yang Maha Pemurah, terimakasih Engkau telah menciptakan dia dan mempertemukan saya dengannya.

Terimakasih untuk saat-saat indah yang boleh kami nikmati bersama.
Terimakasih untuk setiap pertemuan yang boleh kami lalui bersama.
Terimakasih untuk setiap saat-saat yang lalu.

Saya datang bersujud dihadapan-Mu,
Sucikan hati saya yaa Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencana-Mu dalam hidup saya.

Yaa Allah, jika tulang rusukku bukan miliknya,
Janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya.
Janganlah biarkan saya melabuhkan hati saya di hatinya.
Kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya
Dan usirlah dia dari relung hati saya.

Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di dada ini dengan kasih dari dan pada-Mu yang tulus dan murni.
Tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.

Tetapi jika Kau ciptakan dia untuk saya, yaa Allah,
Tolong satukan hati kami.
Bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya.
Berikan saya kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya.
Urapilah dia agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya
Dengan segala kelebihan dan kekurangan saya sebagaimana saya telah Kau ciptakan.
Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh-sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia.

Yaa Allah Maha Pengasih, dengarlah doa saya ini.
Lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan kehendak-Mu.

Allah Yang Maha Kekal, saya tahu Engkau senantiasa memberikan yang terbaik buat saya.
Luka dan keraguan yang saya alami pasti ada hikmahnya.
Pergumulan ini mengajar saya untuk hidup makin dekat pada-Mu, untuk lebih peka terhadap suara-Mu yang membimbing saya menuju terang-Mu.
Ajarlah saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan.

Jadilah kehendak-Mu dan bukan kehendak saya yang jadi dalam setiap bagian hidup saya, yaa Allah…

Amin…

Source : Anonymouse
Image : http://bulu4ka.wordpress.com


Manusia Hawa

April 6, 2006

Manusia Hawa
Dicipta dari rusuk manusia Adam…

Bukan dari kepalanya
Untuk menjadi atasannya…

Bukan pula dari kakinya
Untuk dijadikan alasnya…

Melainkan dari sisinya
Untuk menjadi teman sekutunya…

Dekat pada lengannya
Untuk dilindunginya…

Dan dekat di hatinya
Untuk dicintai…

[Dale S Hadley]